Sirkuit Logika Digital
Menggunakan BJT dan FET sebagai saklar digital untuk membangun gerbang logika — dari RTL dan DTL yang sederhana hingga TTL dan CMOS yang menjadi tulang punggung elektronika digital modern.
8.1 Sinyal Digital dan Level Logika
Sinyal digital hanya memiliki dua kondisi yang diskrit — HIGH (logika 1) dan LOW (logika 0). Berbeda dengan sinyal analog yang kontinu, sinyal digital mentoleransi noise dan distorsi karena penerima hanya perlu membedakan apakah tegangan berada di atas atau di bawah ambang batas tertentu.
Level Tegangan Logika
Setiap keluarga logika mendefinisikan rentang tegangan yang diterima sebagai logika 1 dan logika 0. Ambang batas ini menentukan noise margin.
| Parameter | Definisi | TTL Standar | CMOS 5V |
|---|---|---|---|
| $V_{OH(\min)}$ | Tegangan output HIGH minimum | $2{,}4\text{ V}$ | $4{,}9\text{ V}$ |
| $V_{OL(\max)}$ | Tegangan output LOW maximum | $0{,}4\text{ V}$ | $0{,}1\text{ V}$ |
| $V_{IH(\min)}$ | Tegangan input HIGH minimum | $2{,}0\text{ V}$ | $3{,}5\text{ V}$ |
| $V_{IL(\max)}$ | Tegangan input LOW maximum | $0{,}8\text{ V}$ | $1{,}5\text{ V}$ |
| $NM_H$ | $V_{OH} - V_{IH}$ | $0{,}4\text{ V}$ | $1{,}4\text{ V}$ |
| $NM_L$ | $V_{IL} - V_{OL}$ | $0{,}4\text{ V}$ | $1{,}4\text{ V}$ |
8.2 BJT sebagai Saklar Digital
Prinsip dasar semua sirkuit logika bipolar adalah menggunakan BJT sebagai saklar dua keadaan: cutoff (OFF) dan saturation (ON). Daerah aktif (penguatan linear) yang dibahas pada Bab 5 dihindari dalam operasi digital — transistor harus berada sepenuhnya di salah satu dari dua keadaan ekstrem.
Analisis Dua Keadaan
Syarat saturasi: arus basis harus lebih besar dari arus basis minimum untuk saturasi. Rasio overdrive factor:
ODF lebih besar membuat transistor lebih dalam ke saturasi (lebih aman dari noise), tetapi memperlambat waktu mati (storage time) karena carrier yang terakumulasi di base region memerlukan waktu untuk merecombine. Ini adalah trade-off fundamental: keandalan vs kecepatan.
8.3 Inverter BJT dan RTL
RTL (Resistor-Transistor Logic) adalah keluarga logika bipolar paling sederhana — setiap gerbang hanya terdiri dari resistor dan transistor. Rangkaian inverter pada Gambar 8.2 adalah gerbang RTL NOT.
Gerbang NOR RTL (2 Input)
| A | B | Q1 | Q2 | Vout |
|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | OFF | OFF | HIGH (1) |
| 1 | 0 | ON | OFF | LOW (0) |
| 0 | 1 | OFF | ON | LOW (0) |
| 1 | 1 | ON | ON | LOW (0) |
RTL memiliki kelebihan kesederhanaan tetapi kekurangan serius: noise margin kecil, fan-out rendah, dan lambat. RTL praktis tidak digunakan lagi dalam desain modern, tetapi memahaminya penting sebagai fondasi sejarah evolusi keluarga logika.
8.4 Gerbang Logika DTL
DTL (Diode-Transistor Logic) menggantikan fungsi AND input transistor RTL dengan jaringan dioda, lalu menggunakan satu transistor inverter di output. Ini memisahkan fungsi logika input dari fungsi driver output, menghasilkan noise margin dan fan-out yang lebih baik.
Fungsi dioda input: jika semua input HIGH, semua dioda reverse-biased dan node P mendapat tegangan cukup tinggi dari $R_B$ untuk menyalakan transistor melalui $D_3$. Jika minimal satu input LOW, dioda tersebut forward-biased, menarik node P turun ke $\approx 0{,}7\text{ V}$, yang tidak cukup untuk menyalakan BJT ($0{,}7\text{ V} - V_{D3} = 0\text{ V} < V_{BE(on)}$). Dioda $D_3$ menambahkan drop $0{,}7\text{ V}$ yang meningkatkan noise margin LOW.
8.5 Gerbang Logika TTL
TTL (Transistor-Transistor Logic) menggantikan dioda input DTL dengan transistor multi-emitter — sebuah BJT dengan beberapa emiter yang berfungsi seperti jaringan dioda AND. Ini memungkinkan kecepatan switching lebih tinggi karena transistor multi-emitter dapat menyapu muatan (charge storage) dari basis area $Q_2$ jauh lebih cepat daripada dioda DTL saat transisi dari ON ke OFF.
Prinsip Operasi TTL NAND
- Semua input HIGH — emiter Q1 reverse-biased. Arus bias mengalir R1 → basis Q1 → kolektor Q1 → basis Q2, menyalakan Q2. Q2 ON menyebabkan Q4 ON (pull-down) dan Q3 OFF. Output → LOW ($V_{CE(sat)} \approx 0{,}2\text{ V}$).
- Minimal satu input LOW — emiter Q1 terkait forward-biased. Arus besar mengalir R1 → basis Q1 → emiter → input LOW. Tegangan kolektor Q1 jatuh, mematikan Q2. Q2 OFF mematikan Q4, sementara Q3 ON melalui R2. Output → HIGH ($V_{CC} - V_{BE(Q3)} - V_D \approx 3{,}6\text{ V}$).
8.6 Output TTL: Totem-Pole dan Open-Collector
A. Totem-Pole Output
Konfigurasi totem-pole menggunakan dua transistor berlawanan: Q3 (upper, pull-up) dan Q4 (lower, pull-down) yang tidak pernah menyala bersamaan. Dioda D mencegah keduanya ON simultan dan menyediakan level-shifting.
Keunggulan: output dapat source maupun sink arus, switching cepat. Kekurangan: output tidak dapat di-wire-OR karena risiko arus pendek besar jika satu gerbang HIGH dan lainnya LOW.
B. Open-Collector Output
Pada konfigurasi open-collector (OC), transistor pull-up atas (Q3 dan D) dihapus. Output hanya berupa kolektor Q4 yang terbuka. Diperlukan resistor pull-up eksternal ($R_{ext}$) ke $V_{CC}$.
di mana $N$ = jumlah gerbang OC yang terhubung (wire-OR), $M$ = jumlah input yang digerakkan. Wire-OR: output beberapa gerbang OC dihubungkan bersama ke satu $R_{ext}$ — jika salah satu LOW, seluruh bus LOW.
8.7 Parameter Karakteristik Gerbang Logika
Fan-Out
Fan-out adalah jumlah maksimum input gerbang lain yang dapat dihubungkan ke output satu gerbang tanpa melanggar spesifikasi level tegangan.
Untuk TTL 7400: $I_{OL(\max)} = 16\text{ mA}$, $I_{IL} = 1{,}6\text{ mA}$ → $N_{LOW} = 10$. $I_{OH(\max)} = -0{,}4\text{ mA}$, $I_{IH} = 40\ \mu\text{A}$ → $N_{HIGH} = 10$. Fan-out = 10.
Propagation Delay
Power Dissipation
Untuk TTL standar: $P_D \approx 10\text{ mW/gate}$. Untuk CMOS, daya statis hampir nol dan daya dinamis dominan.
Product of Merit
TTL standar: $\approx 100\text{ pJ}$. LSTTL: $\approx 20\text{ pJ}$. CMOS 5V: $\approx 0{,}5$–$5\text{ pJ}$.
8.8 MOSFET sebagai Saklar Digital
Sama seperti BJT, MOSFET beroperasi sebagai saklar digital menggunakan dua daerah ekstrem — tetapi daerahnya berbeda. Dalam desain digital CMOS, MOSFET hanya beroperasi di daerah cutoff dan linear/triode (bukan saturasi seperti BJT).
8.9 Gerbang Logika CMOS
CMOS (Complementary MOS) menggunakan pasangan PMOS dan NMOS yang saling melengkapi. Saat satu transistor ON, yang lain OFF — menghasilkan tidak ada jalur arus DC langsung dari $V_{DD}$ ke ground pada keadaan stabil, sehingga daya statis hampir nol.
CMOS Inverter
8.10 Gerbang Logika CMOS NAND
CMOS NAND (2 Input) dibentuk dengan PMOS paralel di bagian atas (pull-up network) dan NMOS seri di bagian bawah (pull-down network). Output LOW hanya jika semua NMOS bawah aktif secara seri saat seluruh input HIGH.
CMOS NAND (2 Input)
Prinsip Operasi CMOS NAND
- Minimal satu input LOW (0V) — PMOS terkait ON, NMOS bersesuaian OFF. Output terhubung ke $V_{DD}$ → HIGH.
- Semua input HIGH (5V) — Kedua PMOS OFF, kedua NMOS ON seri. Output ditarik ke ground → LOW.
| A | B | P₁ | P₂ | N₁ | N₂ | Y |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | ON | ON | OFF | OFF | 1 |
| 1 | 0 | OFF | ON | ON | OFF | 1 |
| 0 | 1 | ON | OFF | OFF | ON | 1 |
| 1 | 1 | OFF | OFF | ON | ON | 0 |
Dualitas CMOS
Aturan fundamental desain CMOS: network pull-up (PMOS) dan pull-down (NMOS) selalu dual satu sama lain. NMOS seri → PMOS paralel (NAND). NMOS paralel → PMOS seri (NOR). Ini menjamin tepat satu network konduktif untuk setiap kombinasi input.
di mana $f$ = frekuensi switching, $N_{switch}$ = jumlah transisi per siklus (tipikal 0,5). Inilah mengapa penurunan $V_{DD}$ sangat penting (daya ∝ $V_{DD}^2$).
8.11 Perbandingan TTL vs CMOS
| Parameter | TTL (7400) | LSTTL (74LS00) | CMOS (CD4000) | HC/HCT CMOS |
|---|---|---|---|---|
| $V_{CC}/V_{DD}$ | $4{,}75$–$5{,}25\text{ V}$ | $4{,}75$–$5{,}25\text{ V}$ | $3$–$15\text{ V}$ | $2$–$6\text{ V}$ |
| $V_{OH}$ | $2{,}4\text{ V}$ | $2{,}7\text{ V}$ | $\approx V_{DD}$ | $\approx V_{DD}$ |
| $V_{OL}$ | $0{,}4\text{ V}$ | $0{,}5\text{ V}$ | $\approx 0\text{ V}$ | $\approx 0\text{ V}$ |
| Noise Margin | $0{,}4\text{ V}$ | $0{,}5\text{ V}$ | $\approx 0{,}45 \times V_{DD}$ | $\approx 0{,}45 \times V_{DD}$ |
| $t_{pd}$ (tipikal) | $10\text{ ns}$ | $9\text{ ns}$ | $60\text{ ns}$ (@5V) | $8\text{ ns}$ |
| $P_D$ per gate | $10\text{ mW}$ | $2\text{ mW}$ | $\approx 0$ (statis) | $\approx 0$ (statis) |
| Fan-out | 10 | 20 | $>50$ | $>50$ |
| Speed-Power | $100\text{ pJ}$ | $18\text{ pJ}$ | $\sim 5\text{ pJ}$ | $<1\text{ pJ}$ |
| Input impedansi | Rendah (kΩ) | Rendah (kΩ) | $>10^{12}\Omega$ | Sangat tinggi |
CMOS → TTL: CMOS dapat mendorong arus yang cukup untuk TTL standar. Gunakan buffer khusus jika fan-out besar.
8.12 Ringkasan Parameter Kunci
8.13 Contoh Soal
$$I_B = \frac{V_{in} - V_{BE(on)}}{R_B} = \frac{5 - 0{,}7}{10\,000} = 0{,}43\text{ mA}$$
$$I_{C(sat)} = \frac{V_{CC} - V_{CE(sat)}}{R_C} = \frac{5 - 0{,}2}{1000} = 4{,}8\text{ mA}$$
$$I_{B(sat)} = \frac{I_{C(sat)}}{\beta} = \frac{4{,}8}{100} = 0{,}048\text{ mA}$$
$I_B = 0{,}43\text{ mA} > I_{B(sat)} = 0{,}048\text{ mA}$ ✓ Saturasi terjamin.
$$\text{ODF} = \frac{I_B}{I_{B(sat)}} = \frac{0{,}43}{0{,}048} \approx 9$$
$$N_{LOW} = \frac{I_{OL(max)}}{I_{IL}} = \frac{16}{0{,}36} \approx 44$$
$$N_{HIGH} = \frac{|I_{OH(max)}|}{I_{IH}} = \frac{0{,}4 \times 10^{-3}}{20 \times 10^{-6}} = 20$$
$$N = \min(N_{LOW}, N_{HIGH}) = \min(44, 20) = 20$$Dibatasi oleh kemampuan source arus HIGH yang lemah pada totem-pole.
$$NM_H = V_{OH(min)} - V_{IH(min)} = 2{,}4 - 2{,}0 = 0{,}4\text{ V}$$
$$NM_H(\text{typical}) = 3{,}2 - 2{,}0 = 1{,}2\text{ V}$$
Worst-case: $0{,}5\text{ V} > 0{,}4\text{ V}$ → TIDAK aman menurut spesifikasi.
Typical: $0{,}5\text{ V} < 1{,}2\text{ V}$ → Aman dalam praktik.
Kesimpulan: Desain andal harus menggunakan worst-case. Noise 0,5 V melebihi $NM_H$ → perlu perbaikan.
$$R_{ext(min)} = \frac{V_{CC} - V_{OL(max)}}{N \cdot I_{OL} - M \cdot I_{IH}} = \frac{4{,}6}{0{,}048 - 0{,}0001} \approx 96\ \Omega$$
$$R_{ext(max)} = \frac{V_{CC} - V_{OH(min)}}{M \cdot I_{IH}} = \frac{2{,}6}{0{,}0001} = 26\text{ k}\Omega$$
$$P_d = 15 \times 10^{-12} \times 25 \times 10^7 \times 0{,}5 = 1{,}875\text{ mW}$$
$$P_d' = 15 \times 10^{-12} \times 10{,}89 \times 5 \times 10^6 = 0{,}817\text{ mW}$$
$$\frac{P_d'}{P_d} = \left(\frac{3{,}3}{5}\right)^2 \approx 43{,}6\%$$Penurunan $V_{DD}$ dari 5V ke 3.3V mengurangi daya menjadi kurang dari separuhnya.
8.14 Pertanyaan Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman Anda.