Transistor Efek Medan (FET)
Memahami prinsip operasi JFET dan MOSFET yang dikendalikan tegangan (voltage-controlled), karakteristik kurva output dan transfer, rangkaian bias DC, model small-signal, serta perbandingan fundamental dengan BJT.
6.1 Struktur dan Prinsip Operasi JFET
JFET (Junction Field-Effect Transistor) adalah transistor unipolar — arus dilakukan oleh satu jenis pembawa muatan saja (elektron untuk N-channel, hole untuk P-channel). Berbeda dengan BJT yang dikendalikan oleh arus (current-controlled), JFET dikendalikan oleh tegangan (voltage-controlled) pada gate.
JFET terdiri dari sebuah channel semikonduktor (N atau P-type) yang dikelilingi oleh region gate dengan tipe dopan berlawanan. Pada N-channel JFET, channel berupa bahan N-type yang diapit oleh dua region P-type (gate atas dan gate bawah) membentuk dua junction PN. Kedua gate dihubungkan secara internal sehingga hanya ada satu terminal gate eksternal.
Prinsip Operasi
- $V_{GS} = 0$ — channel terbuka penuh, arus maksimum ($I_{DSS}$). Depletion region hanya dari built-in potential junction.
- $V_{GS}$ negatif makin besar — reverse bias pada junction gate-channel meningkat, depletion region melebar dari kedua sisi, channel menyempit, arus berkurang.
- $V_{GS} = V_P$ (pinch-off voltage) — depletion regions dari atas dan bawah bertemu, channel tertutup penuh, $I_D \approx 0$ (cutoff).
- $V_{GS} > 0$ pada N-channel — junction gate-channel menjadi forward-biased → arus gate muncul (TIDAK diinginkan, operasi normal membatasi $V_{GS} \leq 0$).
- Efek $V_{DS}$ — $V_{DS}$ positif membuat reverse bias di sisi drain lebih besar ($V_{GD} = V_{GS} - V_{DS}$ lebih negatif), sehingga depletion region asimetris: lebih lebar di drain, lebih sempit di source.
6.2 Persamaan Shockley
Hubungan $I_D$–$V_{GS}$ pada daerah saturasi dijelaskan oleh persamaan Shockley, yang secara fundamental menunjukkan sifat kuadratik FET:
di mana:
- $I_{DSS}$ = drain-to-source saturation current — arus drain saat $V_{GS} = 0$ dan $V_{DS} > |V_P|$ (channel terbuka penuh)
- $V_P$ = pinch-off voltage — tegangan gate-source yang menutup channel sepenuhnya (negatif untuk N-channel, positif untuk P-channel)
- Berlaku untuk $V_P \leq V_{GS} \leq 0$ pada N-channel, dan $0 \leq V_{GS} \leq V_P$ pada P-channel
- Mengasumsikan channel-length modulation diabaikan ($\lambda = 0$)
Di luar daerah saturasi, saat $V_{DS}$ kecil ($V_{DS} < V_{GS} - V_P$), JFET beroperasi di daerah triode (ohmic) dan persamaan Shockley tidak lagi berlaku:
Bentuk alternatif yang sering ditemui (menggunakan $V_P^2$, yang selalu positif):
Kedua bentuk setara secara matematis. Untuk $V_{DS}$ yang sangat kecil ($V_{DS}^2 \ll (V_{GS}-V_P)V_{DS}$), suku kuadratik dapat diabaikan dan hubungan menjadi hampir linear: $I_D \approx \frac{2\,I_{DSS}}{V_P^2}(V_{GS}-V_P)\,V_{DS}$ — JFET bersifat seperti resistor yang dikendalikan oleh $V_{GS}$. Pada batas $V_{DS} = V_{GS} - V_P$, persamaan triode menghasilkan nilai yang sama persis dengan persamaan Shockley — ini adalah titik transisi antara kedua daerah.
$g_m$ bergantung pada titik operasi — nilainya berubah jika $V_{GS}$ berubah. Substitusi $(1 - V_{GS}/V_P) = \sqrt{I_D/I_{DSS}}$ menghasilkan bentuk alternatif yang berguna:
$g_{m0}$ — transconductance pada $V_{GS} = 0$:
Pada $V_{GS} = 0$: $g_{m0} = -2I_{DSS}/V_P = 2I_{DSS}/|V_P|$. Ini merupakan nilai maksimum $g_m$ untuk JFET tertentu, dan sering digunakan sebagai parameter datasheet.
Parameter $\lambda$ (lambda) adalah channel-length modulation parameter yang menyebabkan $I_D$ sedikit meningkat seiring $V_{DS}$ di daerah saturasi — analog dengan efek Early pada BJT. Persamaan lengkap dengan CLM: $I_D = I_{DSS}(1 - V_{GS}/V_P)^2(1 + \lambda V_{DS})$. Pada analisis first-order, $\lambda$ sering diabaikan ($r_{ds} \to \infty$).
Penting untuk dipahami bahwa $g_m$ merupakan parameter penguatan utama FET (analog dengan $\beta$ pada BJT untuk penguatan arus), namun ada perbedaan kunci: $\beta$ BJT relatif konstan untuk transistor yang sama, sedangkan $g_m$ FET bergantung kuat pada titik bias — nilainya berubah secara kuadratik dengan perubahan $V_{GS}$.
6.3 Kurva Karakteristik JFET
Kurva Output ($I_D$ vs $V_{DS}$)
Kurva Transfer ($I_D$ vs $V_{GS}$)
Tiga Daerah Operasi
| Daerah | Kondisi | Karakteristik |
|---|---|---|
| Ohmic (Triode) | $V_{DS} < V_{GS} - V_P$ | $I_D$ sebanding linear dengan $V_{DS}$, FET bersifat seperti resistor variabel ($r_{ds(on)}$) |
| Saturation (Aktif) | $V_{DS} \geq V_{GS} - V_P$ | $I_D$ hampir konstan (dikuasai oleh $V_{GS}$), digunakan untuk penguatan sinyal |
| Cutoff | $V_{GS} \leq V_P$ | $I_D \approx 0$, channel tertutup penuh, transistor OFF |
6.4 Rangkaian Bias JFET
A. Self-Bias (Bias Otomatis)
Pada self-bias, gate dikunci ke ground melalui $R_G$ (nilai besar, tipikal $1$–$10\ \text{M}\Omega$) sehingga $V_G = 0$. Arus drain $I_D$ melewati $R_S$ dan menaikkan tegangan source, sehingga terbentuk $V_{GS}$ negatif secara otomatis:
Keunggulan self-bias: feedback negatif otomatis — jika $I_D$ naik (misalnya karena perubahan suhu), $|V_{GS}|$ meningkat melalui $R_S$, yang menekan $I_D$ kembali. Ini memberikan stabilitas titik kerja yang baik tanpa memerlukan sumber tegangan tambahan. Kekurangannya: hanya satu persamaan ($V_{GS} = -I_D R_S$) dan satu kurva (Shockley) menentukan Q-point — tidak ada kebebasan untuk memilih titik operasi secara independen.
B. Voltage Divider Bias
Voltage divider memberikan $V_{GG}$ yang stabil (karena $I_G \approx 0$, tidak ada pemuatan signifikan pada pembagi). Keunggulan utama dibanding self-bias: Q-point dapat dipilih secara lebih fleksibel karena ada dua parameter yang dapat diatur ($V_{GG}$ dan $R_S$). Resistor $R_S$ tetap memberikan feedback negatif DC untuk stabilitas termal. Untuk penguatan AC, sering ditambahkan bypass capacitor paralel dengan $R_S$ sehingga feedback hanya bekerja pada DC, tidak pada sinyal AC.
6.5 MOSFET: Enhancement dan Depletion
MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor FET) memiliki struktur yang berbeda secara fundamental dari JFET — gate terisolasi secara elektrik dari channel oleh lapisan isolator oksida ($\text{SiO}_2$). Ini menghasilkan impedansi input yang jauh lebih tinggi dibanding JFET (typical $> 10^{12}\ \Omega$ vs $> 10^{9}\ \Omega$ untuk JFET), karena tidak ada junction gate yang bisa melewatkan arus kebocoran minoritas.
Enhancement vs Depletion MOSFET
| Aspek | Enhancement (E-MOSFET) | Depletion (D-MOSFET) |
|---|---|---|
| Channel saat $V_{GS}=0$ | Tidak ada (terputus) | Sudah ada (physical channel) |
| Untuk mengaktifkan | $V_{GS} > V_{TH}$ (N-ch) | $V_{GS} > V_P$ (N-ch, $V_P$ negatif) |
| Jenis channel | Inversion layer (diinduksi oleh medan gate) | Physical implanted/diffused channel |
| Persamaan saturasi | $I_D = k(V_{GS} - V_{TH})^2$ | $I_D = I_{DSS}\!\left(1 - \dfrac{V_{GS}}{V_P}\right)^{\!2}$ |
| Lebih umum di | Digital IC (CMOS VLSI) | Analog / RF circuits |
| Simbol: channel | Tiga segmen terputus | Garis kontinu |
| Operasi $V_{GS}$ | Hanya satu polaritas | Dua polaritas (enhance + deplete) |
Persamaan Square-Law (Enhancement)
di mana $V_{TH}$ = threshold voltage (tegangan minimum gate untuk membentuk channel), $\mu_n$ = mobilitas elektron dalam channel ($\approx 1350\ \text{cm}^2/\text{V}\cdot\text{s}$ untuk Si), $C_{ox} = \varepsilon_{ox}/t_{ox}$ = kapasitansi oksida per unit luas, dan $W/L$ = rasio lebar-panjang channel. Parameter $k$ mencakup konstanta proses fabrikasi maupun geometri device. Nilai tipikal $k$ berkisar dari $10\ \mu\text{A/V}^2$ hingga beberapa $\text{mA/V}^2$ tergantung teknologi dan ukuran $W/L$.
— JFET: $I_D = I_{DSS}(1 - V_{GS}/V_P)^2$ — beroperasi untuk $V_P \leq V_{GS} \leq 0$
— E-MOSFET: $I_D = k(V_{GS} - V_{TH})^2$ — beroperasi untuk $V_{GS} \geq V_{TH}$
Perbedaan utama: JFET bekerja dengan $V_{GS}$ negatif (N-channel) karena channel sudah ada, sedangkan enhancement MOSFET memerlukan $V_{GS}$ positif (N-channel) untuk membentuk channel. Depletion MOSFET menggabungkan keduanya — channel fisik sudah ada (seperti JFET) tetapi gate terisolasi (seperti MOSFET), sehingga dapat dioperasikan dalam mode enhance maupun deplete.
6.6 Karakteristik MOSFET
Daerah Operasi MOSFET
| Daerah | Kondisi | Persamaan |
|---|---|---|
| Cutoff | $V_{GS} < V_{TH}$ | $I_D = 0$ |
| Linear (Triode) | $V_{DS} < V_{GS} - V_{TH}$ | $I_D = 2k\!\left[(V_{GS}\!-\!V_{TH})V_{DS} - \tfrac{1}{2}V_{DS}^2\right]$ |
| Saturation | $V_{DS} \geq V_{GS} - V_{TH}$ | $I_D = k(V_{GS} - V_{TH})^2$ |
Pada daerah linear, jika $V_{DS}$ sangat kecil ($V_{DS}^2 \ll (V_{GS}-V_{TH})V_{DS}$), persamaan menyederhana menjadi $I_D \approx 2k(V_{GS}-V_{TH})V_{DS}$ — MOSFET bersifat seperti resistor variabel yang dikontrol oleh $V_{GS}$, dengan resistansi $r_{ds(on)} = 1/[2k(V_{GS}-V_{TH})]$. Prinsip ini digunakan dalam saklar analog (transmission gate) dan aplikasi switching daya.
Dalam desain digital CMOS, MOSFET beroperasi sebagai saklar ideal — hanya di daerah cutoff (OFF, $I_D = 0$) dan linear/deep triode (ON, $V_{DS}$ sangat kecil, $r_{ds(on)}$ mendekati nol). Daerah saturasi digunakan dalam penguat analog.
Transconductance MOSFET
Bentuk $g_m = 2\sqrt{k \cdot I_D}$ paling berguna dalam desain IC karena menghubungkan transconductance langsung dengan arus bias dan parameter device, tanpa perlu mengetahui $V_{GS}$ secara eksplisit. Perhatikan bahwa $g_m$ meningkat hanya dengan akar kuadrat dari $I_D$ — berbeda dengan BJT di mana $g_m = I_C/V_T$ meningkat secara linear dengan arus. Ini berarti untuk $g_m$ yang sama, MOSFET memerlukan arus bias lebih besar dibanding BJT.
6.7 Rangkaian Bias MOSFET
A. Gate Bias (Sederhana)
Metode ini paling sederhana namun tidak memiliki feedback negatif — Q-point sensitif terhadap variasi parameter MOSFET ($V_{TH}$, $k$) dan suhu. Hanya cocok untuk aplikasi non-kritis atau sebagai titik awal analisis.
B. Voltage Divider + Source Resistor (Paling Umum)
1. Asumsi awal $I_D^{(0)} = 0$ → $V_{GS}^{(0)} = V_{GG}$
2. Hitung $I_D^{(1)} = k(V_{GS}^{(0)} - V_{TH})^2$
3. Update $V_{GS}^{(1)} = V_{GG} - I_D^{(1)} R_S$
4. Ulangi hingga konvergen (biasanya 2–3 iterasi cukup).
Alternatif grafis: plot garis bias $V_{GS} = V_{GG} - I_D R_S$ pada kurva transfer — titik potong adalah Q-point.
6.8 Model Small-Signal FET
Untuk menganalisis penguatan sinyal AC, FET digantikan oleh model small-signal yang setara secara linear di sekitar titik bias Q. Model ini hanya berlaku untuk sinyal kecil di mana deviasi dari Q-point cukup kecil sehingga karakteristik non-linear dapat diaproksimasi secara linear.
Model small-signal FET sangat sederhana karena gate bersifat open-circuit ($i_g = 0$ pada semua frekuensi untuk model low-frequency). Hanya ada dua elemen: sumber arus terkendali tegangan $g_m v_{gs}$ dan resistansi keluaran $r_{ds}$. Perlu diingat bahwa $g_m v_{gs}$ bukan impedansi — arusnya sepenuhnya ditentukan oleh $v_{gs}$, tidak bergantung pada tegangan di mana sumber arus tersebut berada.
6.8.1 Common-Source (CS)
Konfigurasi common-source adalah penguat FET yang paling umum. Sinyal input masuk ke gate, output diambil dari drain, dan source menjadi terminal bersama (common). C
Karena $C_S$ mem-bypass $R_S$, source berada pada AC ground sehingga $v_s = 0$ dan $v_{gs} = v_g - v_s = v_{in}$.
Arus drain AC mengalir melalui $R_D \parallel r_{ds}$. Karena $i_d$ mengalir ke dalam drain FET, tegangan output menjadi:
Tanda negatif menunjukkan phase inversion 180° — sifat khas common-source.
6.8.2 Common-Drain / Source Follower
Pada konfigurasi common-drain, input di gate, output diambil dari source, dan drain menjadi terminal bersama (AC ground melalui V
Drain berada pada AC ground ($v_d = 0$), sehingga $v_{gs} = v_g - v_s = v_{in} - v_{out}$. Arus drain mengalir melalui $R_S$ (paralel dengan $r_{ds}$), sehingga:
Substitusi $v_{gs} = i_d / g_m$ ke dalam hubungan $v_{out} = v_{in} - v_{gs}$:
Untuk $Z_{out}$: lihat ke dalam terminal source dengan $v_{in}$ di-short. Sumber arus $g_m v_{gs}$ menjadi $g_m v_s$ (karena $v_g = 0$), yang setara dengan resistor $1/g_m$ dari source ke ground. Sehingga $Z_{out} = (1/g_m) \parallel R_S \parallel r_{ds}$.
6.8.3 Common-Gate (CG)
Pada konfigurasi common-gate, input masuk ke source, output diambil dari drain, dan gate menjadi terminal bersama (AC ground melalui R
Gate terhubung ke AC ground ($v_g = 0$). Karena sinyal input disuntikkan langsung ke terminal source ($v_s = v_{in}$), maka tegangan kontrol gate-to-source menjadi:
Dengan mengasumsikan $r_{ds} \rightarrow \infty$, arus signal drain:
Tegangan output ($v_{out}$) pada resistor beban $R_D$:
Impedansi input ($Z_{in}$) dihitung dengan membagi tegangan input terhadap arus total yang memasuki terminal source ($i_s = -i_d$):
Simulasi ini menampilkan rangkaian penguat Common Source JFET N-channel dengan voltage divider bias. Input AC 10 mV pada 1 kHz. Semua resistor dan tipe JFET dapat diubah:
- R₁, R₂ — mengatur VGG dan titik kerja Q (perhatikan: nilainya jauh lebih besar dari BJT karena IG ≈ 0)
- RD — menentukan penguatan Av = −gmRD
- RS — stabilitas bias dan degenerasi source
- 4 tipe JFET — IDSS dan VP berbeda, bandingkan gm dan Av yang dihasilkan
Simulasi penguat CS dengan MOSFET Enhancement N-channel. Input 10 mV pada 1 kHz. Empat tipe MOSFET dengan k dan VTH berbeda untuk perbandingan langsung:
- Tipe 1/2/3 — VTH sama (1V), k berbeda → lihat efek k terhadap gm dan Av
- Tipe 2 vs 4 — k sama (1.0), VTH berbeda → lihat efek VTH terhadap Q-point
- RS besar — stabil tapi gain turun (degenerasi)
- RD besar — gain naik tapi output bisa clipping
6.9 Perbandingan BJT vs FET
| Parameter | BJT | FET (JFET/MOSFET) |
|---|---|---|
| Kendali | Current ($I_B$) | Voltage ($V_{GS}$) |
| Arus input DC | $I_B$ (µA range) | $I_G \approx 0$ (fA–nA) |
| $Z_{in}$ (DC) | $r_\pi = \beta/g_m \approx 1$–$5\ \text{k}\Omega$ | JFET: $>10^9\ \Omega$; MOSFET: $>10^{12}\ \Omega$ |
| Parameter penguatan | $\beta$ (relatif konstan) | $g_m$ (bergantung pada $V_{GS}$ atau $I_D$) |
| $g_m$ vs $I_C/I_D$ | $g_m = I_C/V_T$ (linear) | $g_m = 2\sqrt{kI_D}$ (akar kuadrat) |
| Penguatan arus | Tinggi ($\approx \beta$) | Sangat rendah ($\approx 1$) |
| Noise | Moderate (shot + recombination) | Rendah (thermal dominant) |
| Kecepatan ($f_T$) | Tinggi (hingga puluhan GHz) | Sangat tinggi (modern CMOS $>100\ \text{GHz}$) |
| Skalabilitas | Terbatas (~nm tidak mungkin) | Sangat baik (node 3nm, 2nm) |
| Suhu | $V_{BE}$ turun ~$-2\ \text{mV/°C}$ | $V_{TH}$ berubah, $I_D$ naik/drop |
| Aplikasi utama | Penguat daya, driver, general purpose | Digital VLSI, RF, switching, buffer, sensor front-end |
Pilih BJT ketika: penguatan arus tinggi dibutuhkan (power amplifier output stage), desain sederhana dengan komponen diskrit, presisi analog (matched pair BJT lebih konsisten), atau aplikasi daya tinggi (BJT power masih kompetitif di beberapa domain).
6.10 Ringkasan Rumus Kunci
Tabel referensi cepat untuk semua rumus penting dalam bab ini.
6.11 Contoh Soal
$$I_D = 12\text{ mA} \left(1 - \frac{-1}{-4}\right)^2 = 12\left(1 - 0{,}25\right)^2 = 12 \times 0{,}5625 = 6{,}75\text{ mA}$$
$$g_m = \frac{-2 \times 12}{-4}\left(1 - \frac{-1}{-4}\right) = 6 \times 0{,}75 = 4{,}5\text{ mS}$$
$$g_m = \frac{2}{|V_P|}\sqrt{I_{DSS} \cdot I_D} = \frac{2}{4}\sqrt{12 \times 6{,}75} = 0{,}5 \times \sqrt{81} = 0{,}5 \times 9 = 4{,}5\text{ mS} \quad \checkmark$$
$$g_{m0} = \frac{2 I_{DSS}}{|V_P|} = \frac{2 \times 12}{4} = 6\text{ mS}$$ Rasio: $g_m/g_{m0} = 4{,}5/6 = 0{,}75 = (1 - V_{GS}/V_P)$ — sesuai dengan teori.
Pada self-bias: $V_{GS} = -I_D R_S = -750\,I_D$
Substitusi ke persamaan Shockley:$$I_D = 0{,}008\left(1 - \frac{-750\,I_D}{-6}\right)^2 = 0{,}008\left(1 - 125\,I_D\right)^2$$
$$I_D = 0{,}008(1 - 250\,I_D + 15625\,I_D^2)$$ $$I_D = 0{,}008 - 2\,I_D + 125\,I_D^2$$ $$125\,I_D^2 - 3\,I_D + 0{,}008 = 0$$ $$I_D = \frac{3 - \sqrt{9 - 4(125)(0{,}008)}}{2(125)} = \frac{3 - \sqrt{5}}{250} \approx 0{,}00306\text{ A}$$
$$V_{GS} = -0{,}00306 \times 750 = -2{,}295\text{ V}$$ $$V_{DS} = 12 - 0{,}00306 \times (1500 + 750) = 12 - 6{,}885 = 5{,}115\text{ V}$$
$V_{DS(\text{sat})} = V_{GS} - V_P = -2{,}295 - (-6) = 3{,}705\text{ V}$
$V_{DS} = 5{,}115\text{ V} > 3{,}705\text{ V}$ ✅ (saturasi terjamin)
$$I_D = 0{,}5 \times 10^{-3} \times (5 - 2)^2 = 0{,}5 \times 10^{-3} \times 9 = 4{,}5\text{ mA}$$
$$g_{m,\text{FET}} = 2\sqrt{k \cdot I_D} = 2\sqrt{0{,}5 \times 10^{-3} \times 4{,}5 \times 10^{-3}} = 2\sqrt{2{,}25 \times 10^{-6}} = 3\text{ mS}$$
$$g_{m,\text{BJT}} = \frac{I_C}{V_T} = \frac{4{,}5 \times 10^{-3}}{0{,}026} \approx 173\text{ mS}$$
$$V_{GG} = 12 \times \frac{330\,000}{1\,200\,000 + 330\,000} = 12 \times \frac{330}{1\,530} \approx 2{,}588\text{ V}$$
$$I_{D}^{(1)} = 0{,}2 \times (2{,}588 - 1{,}5)^2 = 0{,}2 \times 1{,}1857 = 0{,}237\text{ mA}$$
$$I_D^{(2)} = 0{,}2 \times (2{,}477 - 1{,}5)^2 = 0{,}2 \times 0{,}955 = 0{,}191\text{ mA}$$
$$I_D^{(3)} = 0{,}2 \times (2{,}498 - 1{,}5)^2 = 0{,}2 \times 0{,}996 = 0{,}199\text{ mA}$$
$$I_D^{(4)} = 0{,}2 \times (2{,}494 - 1{,}5)^2 = 0{,}2 \times 0{,}988 = 0{,}198\text{ mA}$$ Perubahan: $|0{,}198 - 0{,}199|/0{,}199 \approx 0{,}5\%$ ✅ konvergen.
$$V_{DS} = 12 - 0{,}198 \times (2200 + 470) = 12 - 0{,}529 \approx 11{,}47\text{ V}$$ $V_{DS(\text{sat})} = 2{,}494 - 1{,}5 = 0{,}994\text{ V} < 11{,}47\text{ V}$ ✅
Dengan $C_S$, source effectively grounded untuk AC, sehingga:
$$A_v = -g_m (R_D \parallel r_{ds}) = -4 \times 10^{-3} \times \frac{5000 \times 50000}{5000 + 50000} = -4 \times 10^{-3} \times 4545 \approx -18{,}2$$
$$Z_{in} = R_G = 2{,}2\ \text{M}\Omega$$ (Gate open-circuit pada frekuensi rendah–menengah)
$$Z_{out} = R_D \parallel r_{ds} = \frac{5000 \times 50000}{55000} \approx 4{,}55\ \text{k}\Omega$$
$$A_{v,\text{unbypassed}} = \frac{-g_m R_D}{1 + g_m R_S} = \frac{-4 \times 5}{1 + 4 \times 1} = \frac{-20}{5} = -4$$ Penguatan turun drastis dari $-18{,}2$ ke $-4$ — menunjukkan pentingnya $C_S$ untuk penguatan maksimum.
$$A_v = \frac{g_m R_S}{1 + g_m R_S} = \frac{5 \times 10^{-3} \times 2000}{1 + 5 \times 10^{-3} \times 2000} = \frac{10}{11} \approx 0{,}909$$
$$Z_{in} = R_G = 10\ \text{M}\Omega$$ $$Z_{out} = \frac{1}{g_m} \parallel R_S = \frac{1}{5 \times 10^{-3}} \parallel 2000 = 200 \parallel 2000 = \frac{200 \times 2000}{2200} \approx 182\ \Omega$$
6.12 Pertanyaan Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman Anda.