Bab 2

Teori Rangkaian Listrik

Hukum Ohm, hukum Kirchhoff, rangkaian seri-paralel, pembagi tegangan dan arus, serta ekuivalen Thévenin dan Norton sebagai fondasi analisis rangkaian elektronika.

Estimasi 65 menit 8 contoh soal 7 pertanyaan

2.1 Hukum Ohm

Hukum Ohm menyatakan hubungan linear antara tegangan ($V$), arus ($I$), dan hambatan ($R$) pada suatu resistor pada suhu konstan. Hukum ini adalah titik awal semua analisis rangkaian.

+ V R I + V_R
Gambar 2.1 — Rangkaian dasar Hukum Ohm
Hukum Ohm $$V = I \cdot R$$
Bentuk-bentuk Ekuivalen
$$I = \frac{V}{R} \qquad \text{(menghitung arus jika V dan R diketahui)}$$
$$R = \frac{V}{I} \qquad \text{(menghitung hambatan jika V dan I diketahui)}$$

di mana $V$ dalam Volt (V), $I$ dalam Ampere (A), dan $R$ dalam Ohm (Ω). Hukum Ohm berlaku untuk resistor linier — grafik $V$ terhadap $I$ berupa garis lurus dengan kemiringan $R$.

Daya yang terdisipasi oleh resistor dapat dihitung dengan tiga bentuk ekuivalen yang semuanya diturunkan dari $P = VI$ dan Hukum Ohm:

Rumus Daya Resistor $$P = V \cdot I = I^2 R = \frac{V^2}{R}$$
Konvensi Tanda Pasif
Dalam analisis rangkaian, kita menggunakan konvensi tanda pasif: arus masuk ke terminal bertanda + dari komponen. Jika hasil perhitungan arus bernilai negatif, artinya arus sebenarnya mengalir berlawanan arah yang diasumsikan. Konvensi ini berlaku konsisten untuk semua komponen pasif (resistor, kapasitor, induktor).

2.2 Hukum Kirchhoff

Hukum Kirchhoff terdiri dari dua hukum konservasi yang menjadi fondasi analisis rangkaian apa pun, termasuk yang kompleks. Kedua hukum ini berlaku pada rangkaian dengan komponen apa pun — tidak terbatas pada resistor saja.

Hukum Arus Kirchhoff (KCL)

KCL menyatakan bahwa jumlah aljabar semua arus yang masuk ke sebuah simpul (node) sama dengan nol. Secara fisik, ini adalah konsekuensi dari kekekalan muatan — muatan tidak dapat terakumulasi di sebuah titik penghubung.

Node I₁ I₂ I₃ I₄
Gambar 2.2 — KCL di sebuah simpul
Hukum Arus Kirchhoff (KCL) $$\sum_{k=1}^{n} I_k = 0 \qquad \text{di setiap simpul}$$

Dengan konvensi: arus masuk simpul bertanda positif, arus keluar simpul bertanda negatif. Pada gambar di atas: $I_1 + I_2 - I_3 - I_4 = 0$, atau ekuivalen $I_1 + I_2 = I_3 + I_4$.

Hukum Tegangan Kirchhoff (KVL)

KVL menyatakan bahwa jumlah aljabar semua tegangan sepanjang sebuah loop (lintasan tertutup) sama dengan nol. Secara fisik, ini adalah konsekuensi dari sifat konservatif medan listrik — energi yang diberikan sumber sama dengan energi yang diserap beban.

R1 R2 R3 + Vs loop V₁ V₂ V₃
Gambar 2.3 — KVL pada sebuah loop
Hukum Tegangan Kirchhoff (KVL) $$\sum_{k=1}^{n} V_k = 0 \qquad \text{di setiap loop tertutup}$$

Dengan konvensi: tegangan naik (dari − ke +) bertanda positif, tegangan turun (dari + ke −) bertanda negatif. Pada gambar: $+V_s - V_1 - V_2 - V_3 = 0$, atau ekuivalen $V_s = V_1 + V_2 + V_3$. Tegangan sumber naik (positif), tegangan resistor turun (negatif) karena arus mengalir dari + ke −.

Penting
KVL dan KCL tidak bergantung pada jenis komponen di dalam rangkaian. Kedua hukum ini berlaku untuk rangkaian dengan resistor, kapasitor, induktor, dioda, transistor — apa pun. Hukum Ohm hanya berlaku untuk resistor (dan bersifat linear), tetapi KVL/KCL selalu berlaku.

2.3 Rangkaian Resistor: Seri dan Paralel

Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, arus yang mengalir melalui setiap resistor sama (dari KCL — tidak ada simpul percabangan). Tegangan total terbagi di antara resistor (dari KVL). Menggabungkan KVL dengan Hukum Ohm untuk tiap resistor:

Resistor Seri $$R_{total} = R_1 + R_2 + R_3 + \cdots + R_n = \sum_{i=1}^{n} R_i$$
Penurunan dari KVL
$$V_s = V_1 + V_2 + V_3 = IR_1 + IR_2 + IR_3 = I(R_1 + R_2 + R_3)$$
$$V_s = I \cdot R_{total} \quad \Rightarrow \quad R_{total} = R_1 + R_2 + R_3$$

Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap resistor sama (dari KVL — semua bercabang antara dua node yang sama). Arus total terbagi (dari KCL di setiap node). Menggabungkan KCL dengan Hukum Ohm:

Resistor Paralel $$\frac{1}{R_{total}} = \frac{1}{R_1} + \frac{1}{R_2} + \cdots + \frac{1}{R_n} = \sum_{i=1}^{n} \frac{1}{R_i}$$

Untuk dua resistor paralel, rumus sederhananya:

Dua Resistor Paralel $$R_{total} = \frac{R_1 \cdot R_2}{R_1 + R_2}$$
Fakta Penting
Pada rangkaian paralel, $R_{total}$ selalu lebih kecil dari resistor terkecil. Menambah resistor paralel berarti menambah jalur arus baru, sehingga hambatan total berkurang. Pada rangkaian seri, $R_{total}$ selalu lebih besar dari resistor terbesar.

2.4 Pembagi Tegangan dan Pembagi Arus

Pembagi Tegangan (Voltage Divider)

Pembagi tegangan adalah salah satu rangkaian paling penting dalam elektronika. Dua resistor seri membentuk pembagi yang menghasilkan tegangan keluaran proporsional terhadap tegangan masukan.

Vin R1 Vout R2
Gambar 2.4 — Pembagi tegangan
Rumus Pembagi Tegangan $$V_{out} = V_{in} \cdot \frac{R_2}{R_1 + R_2}$$

Tegangan keluaran diambil pada titik antara $R_1$ dan $R_2$. Perhatikan bahwa $V_{out}$ selalu lebih kecil dari $V_{in}$ (karena $R_2 < R_1 + R_2$). Pembagi tegangan digunakan di mana-mana: jaringan bias transistor, pembaca sensor, referensi tegangan.

Efek Pembebanan (Loading Effect)
Rumus pembagi tegangan hanya akurat jika tidak ada beban yang terhubung ke $V_{out}$. Jika sebuah resistor beban $R_L$ diparalelkan dengan $R_2$, maka $R_2$ efektif berkurang dan $V_{out}$ turun. Solusi: pastikan $R_L \gg R_2$ (minimal 10×), atau gunakan buffer op-amp (Bab 7).

Pembagi Arus (Current Divider)

Pada rangkaian paralel, arus total terbagi di antara cabang-cabang. Pembagi arus memberikan rumus cepat untuk menghitung arus di masing-masing cabang.

Rumus Pembagi Arus (Dua Cabang) $$I_1 = I_{total} \cdot \frac{R_2}{R_1 + R_2} \qquad\qquad I_2 = I_{total} \cdot \frac{R_1}{R_1 + R_2}$$

Perhatikan pola kebalikannya: arus pada suatu cabang berbanding lurus dengan hambatan cabang lainnya. Cabang dengan hambatan lebih kecil mendapat arus lebih besar. Ini konsisten dengan intuisi — arus "lebih memilih" jalur dengan hambatan lebih rendah.

Untuk rangkaian dengan $n$ cabang paralel, rumus umum pembagi arus:

Pembagi Arus Umum ($n$ Cabang) $$I_k = I_{total} \cdot \frac{1/R_k}{\displaystyle\sum_{j=1}^{n} 1/R_j}$$

Artinya, arus di cabang ke-$k$ berbanding lurus dengan konduktansi ($G = 1/R$) cabang tersebut terhadap total konduktansi. Ini menegaskan lagi: semakin kecil hambatan, semakin besar konduktansi, semakin besar arus.

2.5 Ekuivalen Thévenin

Teorema Thévenin menyatakan bahwa rangkaian linear dua terminal apa pun dapat disederhanakan menjadi rangkaian ekuivalen yang terdiri dari satu sumber tegangan $V_{th}$ berseri dengan satu hambatan $R_{th}$. Ini adalah alat paling kuat untuk menganalisis efek suatu beban pada rangkaian yang kompleks.

Rangkaian linear apa pun a b = a + V_th R_th b
Gambar 2.5 — Konsep ekuivalen Thévenin

Langkah Menentukan Ekuivalen Thévenin

  1. Lepaskan beban dari terminal a-b (buka rangkaian di titik tersebut).
  2. Hitung $V_{th}$: tegangan open-circuit di antara terminal a-b. Gunakan KVL/KCL, pembagi tegangan, atau metode lainnya pada rangkaian tanpa beban.
  3. Matikan semua sumber independen: sumber tegangan diganti short-circuit (kawat), sumber arus diganti open-circuit (putus).
  4. Hitung $R_{th}$: hambatan ekuivalen yang "dilihat dari" terminal a-b pada rangkaian yang sudah dimatikan sumbernya. Gunakan aturan seri-paralel.
Mengapa Thévenin Berguna?
Tanpa Thévenin, setiap kali Anda mengubah nilai beban $R_L$, Anda harus menganalisis ulang seluruh rangkaian dari awal. Dengan Thévenin, Anda cukup mengganti rangkaian kompleks dengan $V_{th}$ + $R_{th}$, lalu menghitung arus beban dengan Hukum Ohm sederhana: $I_L = V_{th} / (R_{th} + R_L)$.

2.6 Ekuivalen Norton

Teorema Norton adalah dual dari Thévenin: rangkaian linear dua terminal apa pun dapat disederhanakan menjadi satu sumber arus $I_N$ yang diparalelkan dengan satu hambatan $R_N$.

Rangkaian linear a b = I_N R_N a b
Gambar 2.6 — Konsep ekuivalen Norton

Langkah Menentukan Ekuivalen Norton

  1. Hubungkan short-circuit di antara terminal a-b.
  2. Hitung $I_N$: arus yang mengalir melalui short-circuit tersebut (dari a ke b). Gunakan KVL/KCL pada rangkaian asli dengan a-b dihubung singkat.
  3. Matikan semua sumber independen (sama seperti langkah Thévenin).
  4. Hitung $R_N$: hambatan ekuivalen yang dilihat dari terminal a-b. $R_N = R_{th}$ — nilainya sama.

Konversi Thévenin ↔ Norton

Relasi Thévenin-Norton $$R_{th} = R_N \qquad\qquad V_{th} = I_N \cdot R_{th} \qquad\qquad I_N = \frac{V_{th}}{R_{th}}$$

Kedua ekuivalen sepenuhnya saling menggantikan. Pilih mana yang lebih mudah dihitung: jika rangkaian asli lebih mudah dianalisis saat open-circuit, gunakan Thévenin; jika lebih mudah saat short-circuit, gunakan Norton. Sering kali Thévenin lebih intuitif.

2.7 Contoh Soal

Contoh 2.1 — Analisis KVL/KCL Dua Loop
Tentukan arus $I_1$, $I_2$, dan $I_3$ pada rangkaian berikut jika $V_s = 12\text{ V}$, $R_1 = 2\ \Omega$, $R_2 = 4\ \Omega$, $R_3 = 6\ \Omega$.
12V I₁ I₂ I₃ Rangkaian dua loop soal 2.1
KCL di simpul atas: $I_1 = I_2 + I_3$  (arus masuk = arus keluar)
KVL loop kiri (melewati $V_s$, $R_1$, $R_2$):
$$12 - 2I_1 - 4I_2 = 0 \quad \Rightarrow \quad 2I_1 + 4I_2 = 12$$
KVL loop kanan (melewati $R_2$, $R_3$):
$$4I_2 - 6I_3 = 0 \quad \Rightarrow \quad I_3 = \frac{2}{3}I_2$$
Substitusi: masukkan $I_3$ ke KCL dan persamaan loop kiri:
$$I_1 = I_2 + \frac{2}{3}I_2 = \frac{5}{3}I_2$$ $$2\left(\frac{5}{3}I_2\right) + 4I_2 = 12 \quad \Rightarrow \quad \frac{10}{3}I_2 + 4I_2 = 12$$ $$\frac{22}{3}I_2 = 12 \quad \Rightarrow \quad I_2 = \frac{36}{22} = \frac{18}{11} \approx 1{,}636\text{ A}$$
Hasil:
$$I_3 = \frac{2}{3} \times \frac{18}{11} = \frac{12}{11} \approx 1{,}091\text{ A}$$ $$I_1 = \frac{5}{3} \times \frac{18}{11} = \frac{30}{11} \approx 2{,}727\text{ A}$$
Jawaban $I_1 \approx 2{,}73\text{ A}$  |  $I_2 \approx 1{,}64\text{ A}$  |  $I_3 \approx 1{,}09\text{ A}$
Contoh 2.2 — Ekuivalen Thévenin
Tentukan ekuivalen Thévenin rangkaian berikut terhadap terminal a-b, lalu hitung arus yang mengalir melalui $R_L = 5\ \Omega$.
32V a 12Ω b Rangkaian soal 2.2
Langkah 1 — Hitung $V_{th}$ (open-circuit di a-b):
Saat a-b terbuka, tidak ada arus melalui $12\ \Omega$, sehingga $6\ \Omega$ dan $12\ \Omega$ membentuk pembagi tegangan:
$$V_{th} = V_{ab} = 32 \times \frac{12}{6 + 12} = 32 \times \frac{12}{18} = \frac{384}{18} \approx 21{,}33\text{ V}$$
Langkah 2 — Matikan sumber, hitung $R_{th}$:
Sumber 32V diganti short-circuit. Dilihat dari a-b, $6\ \Omega$ dan $12\ \Omega$ terparalel:
$$R_{th} = \frac{6 \times 12}{6 + 12} = \frac{72}{18} = 4\ \Omega$$
Langkah 3 — Arus beban $R_L = 5\ \Omega$:
$$I_L = \frac{V_{th}}{R_{th} + R_L} = \frac{21{,}33}{4 + 5} = \frac{21{,}33}{9} \approx 2{,}37\text{ A}$$
Jawaban $V_{th} \approx 21{,}33\text{ V}$  |  $R_{th} = 4\ \Omega$  |  $I_L \approx 2{,}37\text{ A}$
Contoh 2.3 — Ekuivalen Norton
Tentukan ekuivalen Norton untuk rangkaian yang sama pada Contoh 2.2, lalu verifikasi konversi ke Thévenin.
Langkah 1 — Short-circuit a-b, hitung $I_N$:
Saat a-b dihubung singkat, $12\ \Omega$ diparalelkan dengan short (0 Ω), sehingga seluruh arus mengalir melalui short. $6\ \Omega$ dan $12\ \Omega$ sekarang seri (total $18\ \Omega$):
$$I_N = \frac{V_s}{R_1 + R_2} = \frac{32}{6 + 12} = \frac{32}{18} \approx 1{,}778\text{ A}$$
Langkah 2 — $R_N$: sama seperti $R_{th} = 4\ \Omega$ (perhitungan identik).
Verifikasi konversi:
$$V_{th} = I_N \times R_N = 1{,}778 \times 4 = 7{,}11 \approx 21{,}33\text{ V} \quad \checkmark$$
Jawaban $I_N \approx 1{,}78\text{ A}$  |  $R_N = 4\ \Omega$  |  Verifikasi: $V_{th} \approx 21{,}33\text{ V}$ ✓
Contoh 2.4 — Pembagi Tegangan dengan Beban
Sebuah pembagi tegangan memiliki $R_1 = 10\text{ k}\Omega$ dan $R_2 = 10\text{ k}\Omega$ dengan $V_{in} = 9\text{ V}$. (a) Berapa $V_{out}$ tanpa beban? (b) Berapa $V_{out}$ jika sebuah resistor $R_L = 10\text{ k}\Omega$ dihubungkan ke output?
(a) Tanpa beban:
$$V_{out} = 9 \times \frac{10}{10 + 10} = 9 \times 0{,}5 = 4{,}5\text{ V}$$
(b) Dengan beban $R_L = 10\text{ k}\Omega$:
$R_L$ memparalelkan $R_2$, sehingga $R_2$ efektif menjadi:
$$R_{2,\text{eff}} = \frac{10 \times 10}{10 + 10} = 5\text{ k}\Omega$$ $$V_{out} = 9 \times \frac{5}{10 + 5} = 9 \times \frac{1}{3} = 3\text{ V}$$
Jawaban Tanpa beban: $V_{out} = 4{,}5\text{ V}$  |  Dengan beban: $V_{out} = 3\text{ V}$  →  error ≈ 33%
Pelajaran
Beban $R_L = R_2$ sudah menyebabkan error 33%! Ini menunjukkan mengapa pembagi tegangan sederhana tidak cocok sebagai sumber tegangan yang presisi. Dalam praktik, gunakan buffer op-amp (Bab 7) atau pastikan $R_L \gg R_2$.
Contoh 2.5 — Hukum Ohm, Arus, Tegangan, dan Daya
Sebuah resistor $220\ \Omega$ dihubungkan ke sumber tegangan $5\text{ V}$. Hitung: (a) arus yang mengalir, (b) daya yang terdisipasi menggunakan ketiga rumus daya, (c) energi yang terdisipasi selama 1 jam, (d) jatuh tegangan jika sumber memiliki resistansi internal $r_s = 10\ \Omega$.
(a) Arus (Hukum Ohm):
$$I = \frac{V}{R} = \frac{5}{220} \approx 22{,}73\text{ mA}$$
(b) Daya — verifikasi dengan tiga rumus:
$$P = VI = 5 \times 0{,}02273 \approx 0{,}1136\text{ W} = 113{,}6\text{ mW}$$ $$P = I^2 R = (0{,}02273)^2 \times 220 \approx 0{,}1136\text{ W} \quad \checkmark$$ $$P = \frac{V^2}{R} = \frac{25}{220} \approx 0{,}1136\text{ W} \quad \checkmark$$
(c) Energi selama 1 jam ($t = 3600\text{ s}$):
$$W = P \times t = 0{,}1136 \times 3600 = 409{,}1\text{ J}$$ Atau dalam satuan lebih praktis: $W = 0{,}1136\text{ Wh} \approx 0{,}114\text{ Wh}$.
(d) Dengan resistansi internal $r_s = 10\ \Omega$:
Total hambatan $R_{total} = 220 + 10 = 230\ \Omega$. Arus baru:
$$I' = \frac{5}{230} \approx 21{,}74\text{ mA}$$ Jatuh tegangan pada resistor beban:
$$V_R = I' \times R = 0{,}02174 \times 220 \approx 4{,}78\text{ V}$$ Jatuh tegangan pada resistansi internal:
$$V_{rs} = I' \times r_s = 0{,}02174 \times 10 \approx 0{,}22\text{ V}$$ Verifikasi KVL: $V_{rs} + V_R = 0{,}22 + 4{,}78 = 5{,}00\text{ V}$ ✓
Jawaban (a) $I \approx 22{,}73\text{ mA}$  |  (b) $P \approx 113{,}6\text{ mW}$  |  (c) $W \approx 409\text{ J}$  |  (d) $V_R \approx 4{,}78\text{ V}$ (turun ≈ 4,4% karena $r_s$)
Catatan Praktis
Setiap sumber tegangan nyata memiliki resistansi internal ($r_s$). Sumber tegangan ideal ($r_s = 0$) memberikan tegangan konstan terlepas dari beban. Semakin kecil $r_s$ dibandingkan $R$, semakin "ideal" sumber tersebut. Aturan praktis: jika $r_s < R/20$, pengaruhnya dapat diabaikan.
Contoh 2.6 — Rangkaian Seri-Paralel Gabungan
Hitung $R_{total}$, arus total $I$, dan tegangan serta arus pada setiap resistor: $V_s = 24\text{ V}$, $R_1 = 4\ \Omega$ (seri), $R_2 = 6\ \Omega$ dan $R_3 = 12\ \Omega$ (paralel, lalu seri dengan $R_1$), $R_4 = 8\ \Omega$ (seri di akhir).
24V I 12Ω Rangkaian seri-paralel gabungan soal 2.6
Langkah 1 — $R_{total}$: Paralel $R_2 \parallel R_3$ dulu:
$$R_{23} = \frac{6 \times 12}{6 + 12} = \frac{72}{18} = 4\ \Omega$$ Total seri: $R_{total} = R_1 + R_{23} + R_4 = 4 + 4 + 8 = 16\ \Omega$
Langkah 2 — Arus total:
$$I = \frac{V_s}{R_{total}} = \frac{24}{16} = 1{,}5\text{ A}$$
Langkah 3 — Tegangan tiap resistor:
$$V_{R1} = I \times R_1 = 1{,}5 \times 4 = 6\text{ V}$$ $$V_{R23} = I \times R_{23} = 1{,}5 \times 4 = 6\text{ V}$$ $$V_{R4} = I \times R_4 = 1{,}5 \times 8 = 12\text{ V}$$ Verifikasi KVL: $6 + 6 + 12 = 24\text{ V}$ ✓
Langkah 4 — Arus pada $R_2$ dan $R_3$ (pembagi arus):
$$I_2 = I \times \frac{R_3}{R_2 + R_3} = 1{,}5 \times \frac{12}{6 + 12} = 1{,}5 \times \frac{2}{3} = 1{,}0\text{ A}$$ $$I_3 = I \times \frac{R_2}{R_2 + R_3} = 1{,}5 \times \frac{6}{18} = 0{,}5\text{ A}$$ Verifikasi KCL: $I_2 + I_3 = 1{,}0 + 0{,}5 = 1{,}5\text{ A} = I$ ✓
Jawaban $R_{total} = 16\ \Omega$  |  $I = 1{,}5\text{ A}$  |  $V_{R1} = 6\text{ V},\ V_{R2} = V_{R3} = 6\text{ V},\ V_{R4} = 12\text{ V}$  |  $I_2 = 1\text{ A},\ I_3 = 0{,}5\text{ A}$
Contoh 2.7 — Pembagi Arus Tiga Cabang
Tiga resistor $R_1 = 10\ \Omega$, $R_2 = 20\ \Omega$, dan $R_3 = 30\ \Omega$ diparalel dan dialiri arus total $I_{total} = 6\text{ A}$. Hitung arus melalui masing-masing resistor, lalu verifikasi dengan KCL.
6A 10Ω I₁ 20Ω I₂ 30Ω I₃ Tiga cabang paralel soal 2.7
Langkah 1 — Hitung konduktansi:
$$G_1 = \frac{1}{10} = 0{,}1\text{ S}, \qquad G_2 = \frac{1}{20} = 0{,}05\text{ S}, \qquad G_3 = \frac{1}{30} \approx 0{,}0333\text{ S}$$ $$G_{total} = 0{,}1 + 0{,}05 + 0{,}0333 = 0{,}1833\text{ S}$$
Langkah 2 — Pembagi arus:
$$I_1 = 6 \times \frac{0{,}1}{0{,}1833} \approx 3{,}27\text{ A}$$ $$I_2 = 6 \times \frac{0{,}05}{0{,}1833} \approx 1{,}64\text{ A}$$ $$I_3 = 6 \times \frac{0{,}0333}{0{,}1833} \approx 1{,}09\text{ A}$$
Langkah 3 — Verifikasi:
$$I_1 + I_2 + I_3 = 3{,}27 + 1{,}64 + 1{,}09 = 6{,}00\text{ A} = I_{total} \quad \checkmark$$ Tegangan paralel: $V = I_1 R_1 = 3{,}27 \times 10 = 32{,}7\text{ V}$ ✓
Jawaban $I_1 \approx 3{,}27\text{ A}$  |  $I_2 \approx 1{,}64\text{ A}$  |  $I_3 \approx 1{,}09\text{ A}$  |  $V_{paralel} \approx 32{,}7\text{ V}$
Pola yang Berguna
Rasio arus $I_1 : I_2 : I_3 \approx 3 : 1{,}5 : 1$, kebalikan dari rasio hambatan $R_1 : R_2 : R_3 = 1 : 2 : 3$. Pada paralel: arus berbanding terbalik dengan hambatan.
Contoh 2.8 — Thévenin Rangkaian Dua Loop
Tentukan ekuivalen Thévenin terhadap terminal a-b. Kemudian hitung arus melalui beban $R_L = 3\ \Omega$. Diketahui: $V_1 = 20\text{ V}$, $V_2 = 10\text{ V}$, $R_1 = 4\ \Omega$, $R_2 = 2\ \Omega$, $R_3 = 6\ \Omega$.
20V 10V a b Rangkaian dua loop dengan dua sumber soal 2.8
Langkah 1 — Hitung $V_{th}$ (open-circuit di a-b):
Saat a-b terbuka, tidak ada arus melalui $R_3$. Arus loop tunggal $I$ mengalir melalui $V_1$-$R_1$-$R_2$-$V_2$.
KVL loop (searah jarum jam dari $V_1$):
$$+20 - 4I - 2I - 10 = 0 \quad \Rightarrow \quad 6I = 10 \quad \Rightarrow \quad I = \frac{10}{6} \approx 1{,}667\text{ A}$$
Langkah 2 — Tegangan di titik a dan b:
Ambil titik b sebagai referensi (ground, $V_b = 0$). Tegangan di titik a:
$$V_a = 20 - 4I = 20 - 4 \times \frac{10}{6} = 20 - \frac{40}{6} = 20 - 6{,}667 = 13{,}333\text{ V}$$ $$V_{th} = V_a - V_b = 13{,}333 - 0 = 13{,}333\text{ V}$$
Langkah 3 — Hitung $R_{th}$:
Matikan kedua sumber: $V_1$ dan $V_2$ diganti short-circuit. Dilihat dari a-b:
$R_1 = 4\ \Omega$ terparalel dengan $R_2 = 2\ \Omega$:
$$R_{th} = \frac{4 \times 2}{4 + 2} = \frac{8}{6} \approx 1{,}333\ \Omega$$
Langkah 4 — Arus beban $R_L = 3\ \Omega$:
$$I_L = \frac{V_{th}}{R_{th} + R_L} = \frac{13{,}333}{1{,}333 + 3} = \frac{13{,}333}{4{,}333} \approx 3{,}08\text{ A}$$
Jawaban $V_{th} \approx 13{,}33\text{ V}$  |  $R_{th} \approx 1{,}33\ \Omega$  |  $I_L \approx 3{,}08\text{ A}$
Catatan
Saat menghitung $R_{th}$, kedua sumber tegangan menjadi short-circuit sehingga $R_1$ dan $R_2$ "terlihat" paralel dari terminal a-b. $R_3$ tidak ikut dihitung karena terminal a-b persis di kedua ujungnya — ia adalah komponen yang sedang kita gantikan dengan ekuivalen Thévenin.

2.8 Pertanyaan Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman Anda.

Soal 1
Sebuah resistor $470\ \Omega$ dihubungkan ke sumber $12\text{ V}$. Hitung arus yang mengalir dan daya yang terdisipasi. Jika resistor diubah ke $1\text{ k}\Omega$, apa yang berubah dan apa yang tetap?
Soal 2
Tiga resistor: $R_1 = 100\ \Omega$, $R_2 = 200\ \Omega$, $R_3 = 300\ \Omega$. Hitung $R_{total}$ jika: (a) ketiganya seri, (b) $R_1$ seri dengan ($R_2$ paralel $R_3$), (c) ketiganya paralel.
Soal 3
Pada rangkaian pembagi tegangan, $R_1 = 8\text{ k}\Omega$, $R_2 = 2\text{ k}\Omega$, $V_{in} = 10\text{ V}$. Hitung $V_{out}$ tanpa beban. Jika $V_{out}$ harus sama dengan $3\text{ V}$, berapa nilai $R_2$ yang diperlukan (dengan $R_1$ tetap)?
Soal 4
Dua resistor $6\ \Omega$ dan $3\ \Omega$ diparalel, dialiri sumber arus $9\text{ A}$. Hitung arus melalui masing-masing resistor menggunakan rumus pembagi arus.
Soal 5
Tentukan ekuivalen Thévenin dari rangkaian berikut terhadap terminal a-b: sumber tegangan $24\text{ V}$ seri dengan $R_1 = 3\ \Omega$, yang kemudian diparalelkan dengan $R_2 = 6\ \Omega$.
Soal 6
Gunakan ekuivalen Thévenin yang Anda temukan di Soal 5 untuk menghitung arus yang mengalir melalui beban $R_L = 2\ \Omega$. Berapa tegangan pada $R_L$?
Soal 7
Jelaskan secara intuitif mengapa sumber tegangan diganti short-circuit dan sumber arus diganti open-circuit saat menghitung $R_{th}$. (Petunjuk: pikirkan apa yang membuat sumber tegangan "ideal" — tegangannya selalu konstan terlepas dari arus yang mengalir, sama seperti kawat sempurna.)