Dioda Semikonduktor
Memahami prinsip kerja dioda berbasis junction PN, karakteristik kurva I-V, serta berbagai aplikasi rangkaian dioda termasuk penyearah, clipper, clamper, dan regulasi tegangan Zener.
4.1 Material Semikonduktor
Semikonduktor adalah material dengan konduktivitas listrik antara konduktor (logam) dan isolator. Sifat unik semikonduktor adalah bahwa konduktivitasnya dapat dikendalikan melalui proses doping — penambahan atom impuritas dalam jumlah sangat kecil.
Semikonduktor Intrinsik
Semikonduktor murni tanpa impuritas disebut intrinsik. Material yang paling umum adalah Silikon (Si) dengan atom valensi 4, membentuk ikatan kovalen tetrahedral. Pada suhu 0 K, semua elektron terikat dan tidak ada pembawa muatan bebas. Pada suhu kamar, energi termal memecah beberapa ikatan, menghasilkan pasangan electron-hole.
Pada semikonduktor intrinsik, konsentrasi elektron dan hole sama:
Semikonduktor Ekstrinsik
Dengan menambahkan atom impuritas (doping), kita dapat menghasilkan dua tipe semikonduktor ekstrinsik:
| Aspek | N-type | P-type |
|---|---|---|
| Doping dengan | Atom pentavalen (P, As, Sb) | Atom trivalen (B, Ga, In) |
| Pembawa mayoritas | Elektron ($n$) | Hole ($p$) |
| Pembawa minoritas | Hole ($p$) | Elektron ($n$) |
| Atom dopan disebut | Donor (donor elektron) | Akseptor (akseptor elektron) |
| Relasi massa aksi | $n \cdot p = n_i^2$ (selalu terjaga) | |
4.2 Junction PN dan Depletion Region
Ketika semikonduktor N-type dan P-type disatukan, terbentuk junction PN — fondasi dari hampir semua komponen semikonduktor modern. Pada antarmuka ini terjadi proses yang sangat penting:
Pembentukan Depletion Region
- 1. Elektron dari N-side berdifusi ke P-side, hole dari P-side berdifusi ke N-side
- 2. Rekombinasi electron-hole meninggalkan ion negatif di P-side dan ion positif di N-side
- 3. Ion-ion ini membentuk medan listrik internal $\mathcal{E}$ yang menahan difusi lebih lanjut
- 4. Keseimbangan tercapai — depletion region stabil dengan potensial barrier $V_0$ (biasanya ~0,7V untuk Si)
Bias Maju (Forward Bias)
Sumber tegangan external dihubungkan dengan polaritas: positif ke P-side, negatif ke N-side. Tegangan external ini menekan potensial barrier, depletion region menyempit, dan arus dapat mengalir dengan mudah.
Bias Mundur (Reverse Bias)
Polaritas dibalik: positif ke N-side, negatif ke P-side. Tegangan external memperkuat potensial barrier, depletion region melebar, dan hampir tidak ada arus yang mengalir — hanya arus kebocoran sangat kecil ($I_s$, orde nA).
4.3 Kurva Karakteristik I-V Dioda
Hubungan antara arus dan tegangan dioda dinyatakan oleh persamaan Shockley:
di mana:
- $I_D$ = arus dioda (A)
- $I_S$ = arus saturasi balik, orde $10^{-12}$ hingga $10^{-15}$ A untuk Si
- $V_D$ = tegangan pada dioda (V)
- $n$ = faktor idealitas, biasanya $1$ hingga $2$ (dioda Si umumnya $n \approx 1{,}5$–$2$)
- $V_T$ = tegangan termal $= kT/q$
Tegangan Maju Dioda ($V_F$)
Pada praktiknya, dioda dianggap "menyala" ketika tegangan forward mencapai nilai tertentu. Tegangan ini bergantung pada material:
| Material | $V_F$ (khas) | $I_S$ (khas) | Kegunaan |
|---|---|---|---|
| Silikon (Si) | 0,6 – 0,7 V | $\sim 10^{-12}$ A | Umum, penyearah |
| Germanium (Ge) | 0,2 – 0,3 V | $\sim 10^{-6}$ A | Rangkaian RF, detektor |
| Gallium Arsenide (GaAs) | 1,0 – 1,3 V | $\sim 10^{-15}$ A | LED, frekuensi tinggi |
4.4 Model Dioda untuk Analisis Rangkaian
Untuk menyederhanakan analisis rangkaian, kita menggunakan tiga model dioda dengan tingkat akurasi berbeda:
Model 1: Dioda Ideal
Dioda dianggap sebagai saklar ideal: short-circuit saat forward bias, open-circuit saat reverse bias.
Model 2: Dioda dengan Tegangan Threshold
Menambahkan tegangan maju konstan $V_\gamma$ (biasanya 0,7V untuk Si). Lebih akurat untuk analisis cepat.
Model 3: Dioda dengan Resistansi Linearisasi
Model ketiga ini adalah yang paling akurat di antara ketiganya. Alih-alih mengasumsikan kurva I-V forward sebagai siku tegak setelah $V_\gamma$, model ini melinearkan kurva eksponensial di sekitar titik operasi DC (quiescent point) $Q$. Hasilnya adalah model rangkaian ekuivalen yang terdiri dari sumber tegangan $V_\gamma$ secara seri dengan resistansi $r_D$.
Secara visual, kurva I-V eksponensial digantikan oleh garis lurus yang menyinggung kurva di titik $Q$. Garis ini memiliki kemiringan $1/r_D$ dan memotong sumbu tegangan di $V_\gamma$.
Derivasi Resistansi Dinamis $r_D$
Resistansi dinamis (juga disebut resistansi akrual atau resistansi diferensial) didefinisikan sebagai turunan tegangan terhadap arus pada titik operasi $Q$:
di mana $I_{DQ}$ adalah arus DC operasi (quiescent current) pada titik $Q$. Hasil penting dari derivasi ini: $r_D$ berbanding terbalik dengan arus operasi. Semakin besar arus, semakin kecil resistansi dinamis.
$$r_D = \frac{1 \times 26\text{ mV}}{1\text{ mA}} = \frac{26 \times 10^{-3}}{10^{-3}} = 26\ \Omega$$
$$r_D = \frac{26\text{ mV}}{10\text{ mA}} = \frac{26 \times 10^{-3}}{10 \times 10^{-3}} = 2{,}6\ \Omega$$
$$r_D = \frac{26\text{ mV}}{100\text{ mA}} = 0{,}26\ \Omega$$
4.5 Rangkaian Penyearah (Rectifier)
Fungsi utama penyearah adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Ini adalah aplikasi dioda yang paling fundamental dan menjadi bagian pertama dari setiap sumber catu daya (power supply).
Penyearah Half-Wave
Menggunakan satu dioda. Hanya setengah siklus positif yang dilewatkan ke beban.
Filter Kapasitor pada Half-Wave
Output half-wave tanpa filter memiliki ripple yang sangat besar ($r = 1{,}21$). Untuk mendapatkan DC yang lebih halus, kapasitor filter $C$ dipasang paralel dengan beban $R_L$. Peran kapasitor:
- Siklus pengisian (charging): Saat $v_s > v_C$, dioda forward-bias dan kapasitor terisi hingga mendekati $V_m$. Waktu pengisian sangat singkat karena resistansi dioda (forward) sangat kecil.
- Siklus pengosongan (discharging): Saat $v_s < v_C$, dioda reverse-bias (open-circuit) dan kapasitor memberikan arus ke $R_L$. Waktu pengosongan ditentukan oleh konstanta waktu $\tau = R_L \cdot C$.
- Hasilnya: Tegangan output tidak turun ke nol, melainkan hanya turun sedikit dari $V_m$ sebelum siklus pengisian berikutnya, menghasilkan DC dengan ripple kecil.
Perhitungan Nilai Kapasitor
Untuk menentukan kapasitor yang menghasilkan ripple tertentu, kita gunakan pendekatan aproksimasi. Ripple tegangan puncak-ke-puncak:
$$V_m = \sqrt{2} \times 12 \approx 17{,}0\text{ V} \quad \Rightarrow \quad V_{DC} = \frac{V_m}{\pi} \approx 5{,}4\text{ V}$$
$$C = \frac{V_{DC}}{R_L \cdot f \cdot \Delta V_r} = \frac{5{,}4}{1000 \times 50 \times 0{,}5} = \frac{5{,}4}{25000} = 216\ \mu\text{F}$$
Penyearah Full-Wave (Center-Tapped)
Menggunakan dua dioda dan trafo dengan tap tengah (center-tapped). Kedua setengah siklus digunakan, menghasilkan output DC yang lebih halus dengan frekuensi ripple dua kali frekuensi AC.
Catatan: frekuensi ripple = $2f$ karena ada dua pulsa per periode AC
Perbandingan Half-Wave vs Full-Wave (Center-Tapped)
| Parameter | Half-Wave | Full-Wave (CT) |
|---|---|---|
| Jumlah dioda | 1 | 2 |
| Trafo diperlukan | Tanpa CT / tanpa trafo | Center-tapped (wajib) |
| $V_{DC}$ | $V_m / \pi \approx 0{,}318\,V_m$ | $2V_m / \pi \approx 0{,}636\,V_m$ |
| Ripple factor (tanpa C) | 1,21 | 0,48 |
| Frekuensi ripple | $f$ | $2f$ |
| Peak Inverse Voltage (PIV) dioda | $V_m$ | $2V_m$ |
| Efisiensi (teoritis) | 40,6% | 81,2% |
| Kapasitor filter (ripple sama) | 2× lebih besar | Lebih kecil |
Penyearah Bridge (Graetz)
Menggunakan empat dioda dalam konfigurasi jembatan. Tidak memerlukan trafo center-tapped, sehingga lebih efisien dan paling umum digunakan dalam power supply modern.
4.6 Clipper dan Clamper
Clipper (Pemotong)
Clipper memotong bagian sinyal yang melebihi level tertentu. Dioda berfungsi sebagai saklar yang mengaktifkan pemotongan saat tegangan melewati threshold.
Dioda D dipasang paralel ke ground dengan anode di titik keluaran. Saat vin > Vγ, dioda menghantar dan mengunci output pada Vγ ≈ 0,7 V — puncak positif terpotong datar. Saat vin < Vγ, dioda terbuka dan output mengikuti input. Hasilnya, hanya bagian negatif dan positif di bawah Vγ yang lolos ke output, seperti terlihat pada kurva hijau di grafik.
Gabungan dua dioda dengan orientasi berlawanan — D1 memotong puncak positif saat vin > Vγ, sementara D2 memotong puncak negatif saat vin < −Vγ. Output dijepit pada rentang [−Vγ, +Vγ], menghasilkan gelombang hampir persegi seperti kurva hijau di grafik.
Clamper (Penggeser DC)
Clamper menggeser seluruh sinyal ke level DC yang berbeda tanpa mengubah bentuknya. Komponen utama: dioda + kapasitor.
Kapasitor C mengisi pada setengah siklus negatif hingga tegangan puncak Vm. Tegangan ini kemudian menjumlah secara seri dengan input, sehingga seluruh gelombang tergeser ke atas sebesar Vm — puncak negatif kini berada di 0 V (titik referensi dioda), sementara puncak positif menjadi 2Vm. Bentuk gelombang tetap sama, hanya posisinya yang bergeser, seperti terlihat pada kurva hijau di grafik.
4.7 Dioda Zener
Dioda Zener dirancang untuk bekerja di daerah breakdown balik tanpa rusak. Pada tegangan Zener ($V_Z$) tertentu, dioda mengalirkan arus balik sambil mempertahankan tegangan hampir konstan — dasar regulasi tegangan.
R_S menahan kelebihan tegangan (Vin − VZ), sementara DZ menjaga titik keluaran tetap pada VZ. Arus dari RS terbagi: sebagian mengalir ke beban RL dan sisanya melewati Zener (IRS = IZ + IL). Selama IZ tetap dalam rentang regulasi, Vout stabil meskipun Vin atau RL berubah.
Kurva ini menunjukkan tiga daerah kunci melalui perubahan warna gradien: daerah forward (hijau, identik dioda biasa setelah Vγ), daerah leakage (abu, arus reverse hampir nol), dan daerah breakdown (amber) di mana tegangan jatuh tajam pada −VZ lalu tegangan hampir konstan saat arus naik. Daerah regulasi efektif terletak antara IZK dan IZM — melebihi IZM (merah) berarti daya melewati batas dan Zener bisa rusak.
Parameter Zener
| Parameter | Simbol | Keterangan |
|---|---|---|
| Tegangan Zener | $V_Z$ | Tegangan breakdown (3,3V – 75V umum) |
| Arus Zener minimum | $I_{ZK}$ | Arus minimum agar regulasi efektif |
| Arus Zener maksimum | $I_{ZM}$ | Dibatasi oleh daya maksimum |
| Resistansi Zener | $r_Z$ | Perubahan kecil $V_Z$ terhadap $I_Z$ (idealnya 0) |
| Daya | $P_Z = V_Z \cdot I_Z$ | Tidak boleh melebihi rating |
4.8 LED dan Fotodioda
LED (Light Emitting Diode)
LED memanfaatkan emisi spontan foton saat elektron dan hole rekombinasi di junction PN. Energi foton yang dipancarkan ditentukan oleh bandgap energy ($E_g$) material semikonduktor. Hubungan antara energi foton dan panjang gelombang cahaya:
di mana $h = 6{,}626 \times 10^{-34}\,\mathrm{J \cdot s}$ (konstanta Planck), $c = 3 \times 10^8\,\mathrm{m/s}$ (kecepatan cahaya), dan $\lambda$ adalah panjang gelombang.
Arus LED pada forward bias mengikuti persamaan Shockley yang dimodifikasi dengan faktor efisiensi kuantum eksternal ($\eta_{ext}$) untuk menghitung daya cahaya yang dipancarkan:
| Warna | Material | $E_g$ (eV) | $V_F$ (khas) | $\lambda$ (nm) |
|---|---|---|---|---|
| Merah | GaAsP | 1,8 – 1,9 | 1,8 – 2,2 V | 630 – 660 |
| Kuning | GaAsP | 2,0 – 2,1 | 2,0 – 2,4 V | 585 – 595 |
| Hijau | GaP | 2,1 – 2,3 | 2,2 – 2,6 V | 555 – 570 |
| Biru | GaN | 2,7 – 3,0 | 2,8 – 3,5 V | 450 – 470 |
| Putih | GaN + fosfor | — | 3,0 – 3,8 V | Broadband |
Fotodioda
Fotodioda bekerja dengan prinsip kebalikan LED: foton yang mengenai junction PN (atau PIN) menghasilkan pasangan electron-hole melalui absorpsi, menciptakan arus foto. Fotodioda dioperasikan dalam reverse bias agar arus gelap ($I_{dark}$) minimal dan arus foto proporsional terhadap intensitas cahaya.
Pada kurva di atas, perhatikan bahwa peningkatan intensitas cahaya menyebabkan seluruh kurva dioda bergeser ke bawah sebesar $I_{photo}$. Pada kuadran fotovoltaik (kuadran IV), perpotongan kurva dengan sumbu tegangan positif menentukan $V_{oc}$ (tegangan open-circuit), sedangkan perpotongannya dengan sumbu arus negatif menentukan $-I_{sc}$ (arus short-circuit). Saat tegangan terus diperbesar melewati $V_{oc}$, kurva akan naik dengan cepat menuju kuadran I mengikuti karakteristik forward bias dioda biasa.
4.9 Contoh Soal
$$V_m = \sqrt{2} \times V_{rms} = \sqrt{2} \times 12 \approx 16{,}97\text{ V} \approx 17\text{ V}$$
$$V_{DC} = \frac{V_m}{\pi} = \frac{16{,}97}{\pi} \approx 5{,}40\text{ V}$$
Pada half-wave, saat dioda off, dioda menahan tegangan puncak penuh:
$$\text{PIV} = V_m \approx 17\text{ V}$$
$$I_L = \frac{V_Z}{R_L} = \frac{5{,}1}{1000} = 5{,}1\text{ mA}$$
$$I_{RS} = \frac{V_{in} - V_Z}{R_S} = \frac{12 - 5{,}1}{100} = \frac{6{,}9}{100} = 69\text{ mA}$$
$$I_Z = I_{RS} - I_L = 69 - 5{,}1 = 63{,}9\text{ mA}$$
$$P_Z = V_Z \times I_Z = 5{,}1 \times 63{,}9 \times 10^{-3} \approx 0{,}326\text{ W} = 326\text{ mW}$$
$$R = \frac{V_{supply} - V_F}{I_F} = \frac{5 - 3{,}3}{20 \times 10^{-3}} = \frac{1{,}7}{0{,}02} = 85\ \Omega$$
$$I_F' = \frac{5 - 3{,}3}{100} = 17\text{ mA} \quad \text{(masih cukup terang)}$$
$$P_R = I_F'^2 \times R = (0{,}017)^2 \times 100 \approx 0{,}029\text{ W} = 29\text{ mW}$$
$$V_s - I \cdot R - V_D = 0$$ $$10 - I(470) - 0{,}7 = 0$$
$$I = \frac{10 - 0{,}7}{470} = \frac{9{,}3}{470} \approx 0{,}01979\text{ A} \approx 19{,}8\text{ mA}$$
$$V_R = I \times R = 0{,}01979 \times 470 \approx 9{,}3\text{ V}$$
$$I_{D1} = \frac{V_s}{R} = \frac{10}{470} \approx 21{,}28\text{ mA}$$
$$I_{D2} = \frac{V_s - V_\gamma}{R} = \frac{10 - 0{,}7}{470} \approx 19{,}79\text{ mA}$$
Pertama, gunakan hasil Model 2 sebagai estimasi awal $I_{DQ} \approx 19{,}79\text{ mA}$:
$$r_D = \frac{nV_T}{I_{DQ}} = \frac{1{,}5 \times 26\text{ mV}}{19{,}79\text{ mA}} = \frac{39}{19{,}79} \approx 1{,}97\ \Omega$$ $$I_{D3} = \frac{V_s - V_\gamma}{R + r_D} = \frac{10 - 0{,}7}{470 + 1{,}97} = \frac{9{,}3}{471{,}97} \approx 19{,}70\text{ mA}$$
$$V_D = V_\gamma + I_{D3} \cdot r_D = 0{,}7 + 0{,}01970 \times 1{,}97 \approx 0{,}739\text{ V}$$
Perbedaan Model 2 vs 3 hanya ~0,5% karena $r_D \ll R$ pada arus ini.
4.10 Pertanyaan Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman Anda.